Richard Oh

Talks about Books, Films and Philosophy

Books

10 Intelektual Indonesia

Membaca di website majalah Inggris, Prospect, di mana dipaparkan 100 Intelektual Dunia (Pramoedya Anta Toer di posisi 95) hasil dari sebuah angket publik, saya menjadi tertarik untuk membuat angket yang sama. Alasan saya untuk membuat angket ini, selain keinginan saya untuk mengetahui lebih dekat siapa saja yang dianggap sebagai pemikir-pemikir kita pada saat ini, juga untuk memahami di mana loci pemikiran kita berpusat sejauh ini. Dan sejauh mana pemikir-pemikir kita bisa bersanding dengan pemikir-pemikir luar. Nah, menurut teman-teman, siapa 10 intelektual di negara kita yang patut dimasukkan dalam list ini. Mungkin, kita perlu setuju dahulu apa kriteria yang mendefinisi seseorang sebagai intelektual. Ini menurut saya, sebagai berikut: 1) Intelektual bukan mereka yang punya opini dan tampil di publik dengan ragam opininya. Yang beropini bagi saya bukan intelektual, tetapi pundit. 2) Intelektual adalah seorang pemikir yang menjadikan pemikiran sebagai pergelutan hidupnya . 3) Intelektual tidak sekadar orang yang bisa membuahkan pemikiran, tetapi pemikiran-pemikiran baru, segar dan berani 4) Status, profesi, jenis kelamin, ras, agama, ruang lingkup atau era seorang intelektual tidak dipersoalkan 5) Intelektual yang kita pilih adalah pemikir yang pemikirannya masih relevan sekarang dan tetap akan relevan di masa mendatang

Metode Pengumpulan Suara:

1. Kirimkan list sepuluh intelektual dengan sedikit detil tentang tiap nama dalam urutan signifikannya dari satu hingga ke sepuluh. Kirim ke: richoh2007@gmail.com
2. Semua list yang dikirim akan saya tabulasi dan sesuaikan menurut nama-nama yang paling banyak dipilih di urutan masing-masing yang terpilih.

3. Bagi pengirim yang pilihannya paling mendekati list yang akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus, 2008, akan diberi hadiah 10 buku.

4. List yang akan diumumkan seratus persen adalah hasil tabulasi dari pilihan yang dikirm. Fungsi saya di sini hanya sebagai pengumpul pemilihan teman-teman. List yang akan diumumkan tidak mencermin kecenderungan pendapat atau pun selera saya.

6 Responses to “10 Intelektual Indonesia”

  1. May 1st, 2008 at 5:46 pm

    iman brotoseno says:

    boleh juga nanti saya kirim
    Salam…

    * kita dulu pernah bertemu di GMM Films

  2. May 6th, 2008 at 1:26 pm

    mufti says:

    menarik nih, buku yang ditawarkan apa aja?

  3. May 6th, 2008 at 9:38 pm

    Richard Oh says:

    ya ngirim dululah pilihan anda. Soal hadiah buku, ya pasti buku2 seru, tapi tentunya tidak akan kuberitahu apa saja sepuluh buku itu. Yang pasti buku2nya berbobot, menambah ilmu di berbagai bidang. Gitu.

  4. June 13th, 2008 at 12:46 pm

    Bang Jampang says:

    Ada baiknya kalau 10 intelektual yang akan dipilih tidak dimasukkan dalam urutan. Apakah intregitas intelektualitas itu sendiri perlu sebuah hirarki untuk menandai sejauh mana signifikansinya? Di tulis saja 10 intelektual berpengaruh di Indonesia.

    Kalau dibuat urutan nanti ada perdebatan siapa yang lebih baik. Perdebatan bahwa Sartono lebih baik ketimbang Pramoedya atau sebaliknya sangat tidak berguna. Mungkin dari segi sensionalitas urutan bisa masuk akal. Tapi kalau maksudnya bukan untuk mensensasionalisasi intelektualitas ya jangan dibuat urutan.

  5. June 13th, 2008 at 1:49 pm

    Richard Oh says:

    Bang Jampang yang baik, saya kira semua tabulasi pada akhirnya harus ada urutan. Direntang dari kiri ke kanan, atau atas ke bawah pun, tetap akan ada urutan pertamanya. Tujuan angket ini justru mencari tahu dalam urutan pemikir-pemikir kita siapa yang namanya yang selalu dikirim di urutan paling atas. Persoalan apakah Bung Pram atau Sartono lebih punya predikat di bidang mana, itu saya kira bukan tujuan utama angket ini. Itu mungkin untuk forum pembahasan berikut sebagai konsekwensi dari angket ini, yang tentunya akan sangat menarik untuk dibicarakan.

  6. August 31st, 2008 at 7:51 am

    Supiastutik says:

    Ide bagus bung, menurut saya Prof. Dr. Budi Darma bisa masuk kategori intelektual Indonesia karena beliau adalah orang yang mampu menginspirasi orang-orang di sekitarnya untuk mencintai dan menghargai karya sastra Indonesia. Meskipun beliau ahli sastra Inggris namun komitmen beliau sangat tinggi dalam pengembangan sastra Indonesia. Tokoh intelektual kedua yang tak kalah penting adalah Nurcholis Madjid almarhum. Beliau banyak menanamkan toleransi beragama yang luar biasa. Konsep beliau tentang keislaman dan keindonesiaan banyak menginspirasi kaun muda Islam untuk tidak berfikir parsial tentang keislaman. Di tangan dingin beliau, ajaran Islam yang tadinya berkonotasi kekerasanmenjadi berkonotasi damai. Sukses Richard Oh

Leave a Reply