Seni, menurut Jacques Ranciere, terdiri dari imaji-imaji. Dan imaji-imaji seni adalah operasi-operasi yang memproduksikan sebuah kesenjangan (discrepancy), sebuah ketidakserupaan (dissemblance). Dalam pengertian ini, maka imaji tidak eksklusif pada apa yang terlihat (visible). ‘Ada visibilitas yang sama sekali tidak menghasilkan sebuah imaji; ada pula imaji-imaji yang keseluruhannya terdiri dari kata-kata.” Maka di permukaan sebuah karya seni [...]
For the longest time we’ve been misled by Descartes. We’ve been told time and again that our mind is the seat of the highest reason and emotions are a separate zone that has little to do with our critical faculties. In view of recent developments in neurosciences, we should rewire our understanding about what truly [...]
To talk about love is akin to bringing up an old sore to which each is to her own pain. (Ecstasy is usually consigned to the false prophets.) Much like talking about a creed, a faith, or a politic. This is so because love is strapped to the point of petrifaction with so many layers [...]
Prosedur Kebenaran Cinta Alain Badiou
Abstrak: Baik Deleuze maupun Badiou memandang multiplisitas sebagai sebuah persoalan yang belum tertuntaskan sejak Parmenides. Penelusuran masing-masing filsuf mengantar filsafat mutakhir ke sebuah titik bercabang antara intensitas sebuah kehidupan nomadis dan aksioma formalis subjektif. Persoalan Satu dan Banyak (One and Many) berawal dari sebuah diskursus antara Parmenides dan Socrates yang dicatat oleh Plato dalam sebuah [...]
Recent Comments
Mengembangkan Sastra dengan Merebutnya dari Para Ahli Sastra