<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Identitas</title>
	<atom:link href="http://richardoh.net/identitas-18.php/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://richardoh.net/identitas-18.php</link>
	<description>Talks about Books, Films and Philosophy</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Nov 2011 15:52:31 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Gretchen Halliday</title>
		<link>http://richardoh.net/identitas-18.php/comment-page-1#comment-1867</link>
		<dc:creator>Gretchen Halliday</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Sep 2011 18:30:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://richardoh.net/?p=18#comment-1867</guid>
		<description>this is a useful thing 4 sure Here&#039;s some pass forward: Thought for the day? : Marriage is grand; divorce, a hundred grand.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>this is a useful thing 4 sure Here&#8217;s some pass forward: Thought for the day? : Marriage is grand; divorce, a hundred grand.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fenny</title>
		<link>http://richardoh.net/identitas-18.php/comment-page-1#comment-443</link>
		<dc:creator>fenny</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 20:55:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://richardoh.net/?p=18#comment-443</guid>
		<description>aih...ternyata dari tebing tinggi juga...mungkin seangkatan ma papa kali ya?? 

^^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aih&#8230;ternyata dari tebing tinggi juga&#8230;mungkin seangkatan ma papa kali ya?? </p>
<p>^^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Richard Oh</title>
		<link>http://richardoh.net/identitas-18.php/comment-page-1#comment-33</link>
		<dc:creator>Richard Oh</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 02:57:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://richardoh.net/?p=18#comment-33</guid>
		<description>Waduh, gimana ya. Setiap pembaca pasti pada akhirnya bisa menyusun satu list sendiri yang dianggap sebagai buku2 yang paling bagus. Karena pilihan kita masing-masing pasti berbeda. Jadi saya hanya bisa berbagi satu list buku yang saya anggap bagus, bukan berarti yang akan kamu suka dsb. Buku2 yang saya anggap bagus itu pun bervariasi karena tiap buku yang bagus dan jelek pun saya merasa bisa memetik sesuatu darinya dan untuk menghindar kesalahan-kesalahan dalam karya2 saya sendiri.

Untuk puisi saya suka karya2 Chairil Anwar, Sutardji Calzoum Bahri, Joko Pinurbo, Goenawan Mohamad, Umar Kayam, Asep zamzam noer,dan Zenhae. Dari mereka saya belajar bagaimana mereka bergelut dengan gagasan2 sederhana dan merangkainya tanpa artifice (tanpa gaya yang berlebihan) untuk menciptakan puisi-puisi yang begitu segar dan memperbaru sebuah kenyataan, sebuah perasaan dan memperkaya hidup.
Untuk prosa, saya suka karya-karya Pramoedya, Budi Darma, Danarto, Eka Kurniawan, Gunawan Marianto, Sindhunata, dll. Dari mereka saya belajar bagaimana mereka memadukan sejarah, entah sejarah sebuah negara ataupun sejarah subjek, dengan imajinasi dan menampilkan situasi humanisme yang beragam, dinamis dan memberikan sebuah harapan dengan catatan-catatan kritis. Pada akhirnya, karya-karya yang saya nikmati dan pelajari mengacu pada kepercayaan saya tentang sastra: yaitu, walaupun sastra tidak bisa dikekang oleh sebuah moralitas baku, atau pun sebagai pemberontakan pada sebuah moralitas tertentu dengan cara menhujatnya atau sekedar sensasi, atau pun berkhotbah untuk sebuah humanisme bermoral, sastra tetap mengacu pada sebuah harapan atau konfirmasi pada sebuah kehidupan yang lebih baik. Sastra yang bereaksi pada zamannya, atau moralitasnya, bisa kita nikmati karena keberaniannya, tapi sebagai karya seni ia tetap terasa sebagai sebuah reaksi, bukan pada acuan yang lebih hakiki ataupun kekal. Maka hingga hari ini kita masih tetap kagum pada Shakespeare, Chekov dan Kafka dsb. Tapi bisa dipertanyakan apakah di masa depan kita masih membaca Alexandre Solzhenitsyn, kecuali untuk belajar apa yang terjadi di zamannya? Apakah kita masih akan membaca Henry Miller, yang memberontak pada moralisme dengan hedonisme absolut, dengan karya2 seperti Henry and June? Mungkin tidak, karena ada buku yang lebih hebat untuk itu, yaitu Madam Bovari oleh Gustav Flaubert. Jadi memilih satu list untuk membaca perlu kita juga pikirkan dahulu apa yang ingin kita belajar dari sastra: craftnya atau sebuah pemahaman tertentu, atau sekedar sebuah pelepasan. Karya-karya yang saya sebutkan di atas bisa jadi bukan karya-karya yang sepadan dengan pandangan kamu saat ini, atau sesuai untuk keadaan kamu sekarang, tapi anggap saja sebagai sebuah pemicu pemikiran kamu. Moga2 bisa membantu.

Buku-buku yang saya tulis memang gak gitu laku, hehehe, maka jarang bisa ditemukan. Saya kemarin ke kios Bang Jose Rizal di Tim. Di sana saya melihat masih ada banyak buku-buku saya yang belum terjual.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waduh, gimana ya. Setiap pembaca pasti pada akhirnya bisa menyusun satu list sendiri yang dianggap sebagai buku2 yang paling bagus. Karena pilihan kita masing-masing pasti berbeda. Jadi saya hanya bisa berbagi satu list buku yang saya anggap bagus, bukan berarti yang akan kamu suka dsb. Buku2 yang saya anggap bagus itu pun bervariasi karena tiap buku yang bagus dan jelek pun saya merasa bisa memetik sesuatu darinya dan untuk menghindar kesalahan-kesalahan dalam karya2 saya sendiri.</p>
<p>Untuk puisi saya suka karya2 Chairil Anwar, Sutardji Calzoum Bahri, Joko Pinurbo, Goenawan Mohamad, Umar Kayam, Asep zamzam noer,dan Zenhae. Dari mereka saya belajar bagaimana mereka bergelut dengan gagasan2 sederhana dan merangkainya tanpa artifice (tanpa gaya yang berlebihan) untuk menciptakan puisi-puisi yang begitu segar dan memperbaru sebuah kenyataan, sebuah perasaan dan memperkaya hidup.<br />
Untuk prosa, saya suka karya-karya Pramoedya, Budi Darma, Danarto, Eka Kurniawan, Gunawan Marianto, Sindhunata, dll. Dari mereka saya belajar bagaimana mereka memadukan sejarah, entah sejarah sebuah negara ataupun sejarah subjek, dengan imajinasi dan menampilkan situasi humanisme yang beragam, dinamis dan memberikan sebuah harapan dengan catatan-catatan kritis. Pada akhirnya, karya-karya yang saya nikmati dan pelajari mengacu pada kepercayaan saya tentang sastra: yaitu, walaupun sastra tidak bisa dikekang oleh sebuah moralitas baku, atau pun sebagai pemberontakan pada sebuah moralitas tertentu dengan cara menhujatnya atau sekedar sensasi, atau pun berkhotbah untuk sebuah humanisme bermoral, sastra tetap mengacu pada sebuah harapan atau konfirmasi pada sebuah kehidupan yang lebih baik. Sastra yang bereaksi pada zamannya, atau moralitasnya, bisa kita nikmati karena keberaniannya, tapi sebagai karya seni ia tetap terasa sebagai sebuah reaksi, bukan pada acuan yang lebih hakiki ataupun kekal. Maka hingga hari ini kita masih tetap kagum pada Shakespeare, Chekov dan Kafka dsb. Tapi bisa dipertanyakan apakah di masa depan kita masih membaca Alexandre Solzhenitsyn, kecuali untuk belajar apa yang terjadi di zamannya? Apakah kita masih akan membaca Henry Miller, yang memberontak pada moralisme dengan hedonisme absolut, dengan karya2 seperti Henry and June? Mungkin tidak, karena ada buku yang lebih hebat untuk itu, yaitu Madam Bovari oleh Gustav Flaubert. Jadi memilih satu list untuk membaca perlu kita juga pikirkan dahulu apa yang ingin kita belajar dari sastra: craftnya atau sebuah pemahaman tertentu, atau sekedar sebuah pelepasan. Karya-karya yang saya sebutkan di atas bisa jadi bukan karya-karya yang sepadan dengan pandangan kamu saat ini, atau sesuai untuk keadaan kamu sekarang, tapi anggap saja sebagai sebuah pemicu pemikiran kamu. Moga2 bisa membantu.</p>
<p>Buku-buku yang saya tulis memang gak gitu laku, hehehe, maka jarang bisa ditemukan. Saya kemarin ke kios Bang Jose Rizal di Tim. Di sana saya melihat masih ada banyak buku-buku saya yang belum terjual.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sarastia</title>
		<link>http://richardoh.net/identitas-18.php/comment-page-1#comment-32</link>
		<dc:creator>sarastia</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 16:02:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://richardoh.net/?p=18#comment-32</guid>
		<description>mas richard oh, aku belum baca novelmu sih.susah nyarinya.he3. eh,menurut mas richard, apa aja novel indonesia kntemporer yang ok?. tolong sebutkan 10 aja kecuali labirin malam tentunya. juga novelnya ayu.katalog dari mas richard tentu akan sangat menilongku dalam memilih bacaan.terimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas richard oh, aku belum baca novelmu sih.susah nyarinya.he3. eh,menurut mas richard, apa aja novel indonesia kntemporer yang ok?. tolong sebutkan 10 aja kecuali labirin malam tentunya. juga novelnya ayu.katalog dari mas richard tentu akan sangat menilongku dalam memilih bacaan.terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

